Mulai lagi

31 Januari 2010

New beginning ..... sort of ....


Penyanyi Dangdut Dicekal

16 April 2008

Pakne, Pemkot Tangerang itu rusuh banget sih. Masa di zaman reformasi begini penyanyi dangdut dicekal sih. Politikus saja sudah tidak ada yang dicekal. Penyanyi dangdut, Pakne, penyanyi dangdut!

Hus, ada apa sih, Le? Kok mbengok-mbengok begitu?

Gimana nggak tereak-tereak Pakne. Aku ini kan butuh hiburan. Hiburan yang paling merakyat adalah dangdut. Lah... penyanyinya dicekal. Nggak jadi manggung deh.

Semua penyanyi dangdut dicekal di kota itu?

Ya tidak Pakne.

Banyak yang dicekal?

Ya tidak Pakne. Hanya satu orang.

Hanya satu orang dan Kamu mencak-mencak begitu?

Soalnya penyanyi yang ini lain, Pakne. Kalau dia manggung, semua penonton akan terpukau.

Suaranya bagus banget memangnya?

Suaranya sih biasa saja, Pakne.

Suaranya biasa saja. Lalu mengapa orang-orang pada terpukau kalau dia manggung.

Goyangannya, Pakne. Goyangannya.

Goyangannya kenapa Le? Bagus kayak penari Jaipong?

Tidak Pakne.

Enerjik kayak tari blekdikdot?

Tidak Pakne.

Lalu goyangan kayak apa yang bikin orang-orang terpukau?

Goyangan dia itu liar banget, Pakne. Kayak bukan penyanyi dangdut.

Kok kayak bukan penyanyi dangdut?

La iyalah, Pakne. Penyanyi dangdut itu modal utamanya suara. Penyanyi dangdut top akan selalu menarik penonton walaupun dia tidak bergoyang. Nah, kalau penyanyi yang dicekal itu, aku ragu akan ditonton banyak orang kalau dia tidak bergoyang.

Terus dia itu dicekal karena apa, Le?

Karena goyangannya, Pakne.

DPR dan SLANK

15 April 2008

Le, Kamu sudah denger acara ribut-ribut DPR dengan SLANK?

Sudah Pakne. Ada apa to?

Sebenarnya ada apa to, Le, kok DPR sampai marah-marah?

Anggota DPR merasa syair lagu yang dibuat dan dinyanyikan SLANK menghina Lembaga Tinggi Negara itu.

Memangnya syairnya macam apa to, Le, kok DPR sampai segitunya?

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Hanya itu Le?

Yang berhubungan sama tuan-tuan DPR di Senayan ya hanya itu, Pakne. Syair lagu Gosip Jalanan itu saya dapat dari blog seorang guru.

Oalah... kok mereka itu tiwas mau menggugat SLANK segala. Apa mereka itu nggak mengerti tugasnya sendiri po ya?

Nggak ngerti tugasnya gimana to Pakne ini? Ya mereka kan pasti mengerti tugasnya. Anggota DPR je nggak ngerti tugas-tugasnya. Pakne ini kok ada-ada saja.

Yang jelas mereka itu tidak mengerti tugas-tugasnya, Le.

Pakne kok bisa bicara begitu?

Lihat saja syair itu, bikin UUD ujung-ujungnya duit.

Bukannya DPR memang bikin UUD Pakne?

Oalah Le... Pakne ini nyekolahin Kamu supaya pinter. Bukan supaya bodoh seperti anggota DPR yang mau menggugat itu.

Saya nggak mudheng Pakne.

Le, DPR itu tugasnya bikin Undang-Undang, bukan UUD. Kalau UUD, itu tugasnya MPR.

(Sambil garuk-garuk kepala) Wah, iya juga. Tumben Pakne pinter. Menurut konstitusi kita, yang bikin UUD itu memang MPR, Pakne. DPR tidak berwenang untuk membuat UUD.

Jadi, mengapa mereka pada mau menggugat SLANK ya?

Negeri ini memang tempatnya anomali, Le. DPR kok nggak ngerti sama tugas dan wewenangnya sendiri. Yang bikin Pakne bingung, rakyat kok ya mau-maunya milih anggota DPR yang seperti itu. Menurut Tiurlan Hutagaol pada acara Dewan Parodi Rakyat, yang salah adalah partai karena mengajukan kader seperti itu untuk jadi anggota DPR dan rakyat karena memilih wakil rakyat yang nggak kompeten. Menurutmu bagaimana Le?

Wah... betul juga itu, Pakne. Lebih baik kita jangan milih partai yang calonnya asal-asalan, Pakne.

Tentang Pakne - Thole

Thole:
Pakne - Thole ini apa sih, Pakne?

Pakne:
Pakne - Thole ini blog, Le. Blog. Itu loh, seperti blog-blog yang pada dimiliki orang-orang itu.

Thole:
Apa nggak nambahi ruwet donyan pablogan to , Pakne?

Pakne:
Kok nambahi ruwet to, Le? Pakne - Thole ini hanya ikut nyengkuyung supaya donyan pablogan tambah rame.

Thole:
Memangnya Pakne - Thole ini akan membahas apa, Pakne?

Pakne:
Apa saja Thole. Yang lagi hangat di sekitar kita atau yang kita anggap penting untuk diketahui orang banyak.

Thole:
Yang akan mulai siapa, Pakne. Njenengan apa saya?

Pakne:
Itu sih gampang saja, Thole. Yang merasa punya sesuatu untuk disampaikan, dialah yang mulai.